Filed under: berita
Surabaya – Senjata yang membunuh Brigadir Harmoko anggota Reskrim Polres Sampang beserta istrinya Yunita Kusumayanti sudah diamankan petugas. Pistol jenis revolver beserta 4 peluru tajam dan dua proyektil kaliber 38 mm dijadikan sebagai barang bukti.
Meski barang bukti sudah diamankan, namun hingga kini polisi masih belum mendapatkan motif kuat yang melatarbelakangi kasus bunuh diri itu.
Hanya saja, peristiwa terbunuhnya kedua pasangan yang sering cek cok ini diduga karena masalah uang. Sebelum pindah ke rumah kontrakan di Jalan Kamboja, Pong Tengah, Brigadir Harmoko beserta istrinya sempat tinggal di asrama polisi. Namun karena keduanya sering cek cok, akhirnya pada Sabtu 26 Januari 2008 lalu mereka memutuskan pindah.
Bahkan, seusai pindah ke rumah kontrakan, kedua korban sempat memperbarui nikah pada Senin 28 Januari 2008. Namun sayang, mereka tetap saja masih cek cok hingga akhirnya keduanya ditemukan tewas di dalam kamar dengan luka tembak.
Dari informasi yang diperoleh detiksurabaya.com, Yunita Kusumayanti istri Brigadir Harmoko adalah putri seorang anggota polisi yang dinas di Bina Mitra Reskrim Polsek Sampang.
“Sampai saat ini motif masih dalam pengembangan dan penyelidikan,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Puji Astuti saat ditemui detiksurabaya.com di ruangnya, Rabu (30/1/2008).
Dari hasil olah TKP yang dilakukan Polres Sampang, Brigadir Harmoko dan istrinya Yunita Kusumayanti diperkirakan tewas sekitar pukul 06.30 WIB.
(bdh/bdh)
Tinggalkan sebuah Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar